trinity_logo_web.png
Menu
Afgan Rilis Lagu Internasional “say i’m sorry”

Afgan kembali melahirkan karya setelah absen selama 2 tahun. Single terbarunya itu berjudul “say i’m sorry”, terobosan global pertamanya sekaligus debutnya dengan EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes, yang bekerja sama dengan Trinity Optima Production.

 

Mengusung slow-burning R&B dengan sentuhan modern yang didominasi synthesizer, “say i’m sorry” berpadu apik dengan suara Afgan yang khas. Lagu tersebut diproduseri oleh Tha Aristocrats (yang juga pernah memproduseri Chris Brown, EXO, BoA) dan ditulis oleh Chaz Jackson, Dashawn White, Benny Mayne, Emily Vaughn, Orlando Williamson, serta Yusuke Sato.

 

“say i’m sorry” berkisah tentang sebuah penyesalan. Waktu tak akan bisa diulang, dan yang bisa dilakukan adalah mengingat kenangan akan rasa yang pernah ada.

 

“Aku berharap, saat orang-orang mendengarkan lagu ini, kesedihan dan rasa sakit yang pernah kita rasakan membuat kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penyesalan itu ada untuk memberi kita pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan,” tutur Afgan.

 

Merilis karya secara internasional adalah impian Afgan sejak dia mulai berkarier di dunia musik. Setelah berkarya selama kurang lebih 13 tahun lamanya, Afgan berpikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menantang dirinya demi berkembang menjadi musisi, vokalis, sekaligus penulis lagu ke level yang lebih tinggi. Juga, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya.

 

Soal rekaman, Afgan melakukannya di studio EMPIRE, Amerika Serikat. Banyak yang ia rasakan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga belajar banyak hal secara profesional.

 

“Banyak hal yang membuatku terinspirasi. EMPIRE paham apa yang aku inginkan dan mereka juga membantuku beradaptasi. Aku sangat bangga bisa bekerja sama dengan EMPIRE dan aku sudah tidak sabar ingin memperdengarkan lagu-lagu baruku,” kata Afgan.

 

“Impresi pertamaku tentang Afgan, dia adalah orang yang sopan dan sangat terbuka dengan ide apapun. Afgan adalah penyanyi berbakat dan sangat mencintai musik. Aku mendengar suaranya untuk pertama kali saat kami bertemu secara virtual. Tapi, ketika kami bertatap muka di studio dan aku mendengarnya bernyanyi di depan mataku, aku bisa melihat kemampuannya yang sebenarnya, terutama jangkauan vokalnya, dan etos kerjanya yang bagus,” ucap Tina Davis selaku Vice President A&R EMPIRE.

 

Hidup bersama karya-karya Stevie Wonder, Whitney Houston, dan Brian McKnight sejak kecil, Afgansyah Reza memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar di Indonesia sejak album debutnya, “Confession No.1”, rilis pada Januari 2008. Selama berkarier, Afgan telah meraih kurang lebih 60 penghargaan di dunia musik dan memiliki lebih dari 17 juta pengikut di media sosial. Di tahun 2019, Afgan meraup lebih dari 44 juta streaming di Spotify dari 79 negara.

 

Tak hanya itu, Afgan juga sukses menggelar konser di beberapa kota di Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Tiket konsernya selalu terjual habis. Setelah kehadirannya diakui industri musik Asia, Afgan siap melebarkan sayapnya di tahun 2021 ini, yakni dengan berkarya secara internasional.

 

“Sebagai label yang menaungi Afgan selama ini, kami sangat mendukung dan bangga melihat perjalanan kariernya sampai sekarang. Mimpinya untuk berkarya ke tingkat yang lebih tinggi menjadi kenyataan, dan kami harap Afgan bisa membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional. Fans pasti menyukai musik Afgan yang baru, begitu juga sosoknya,” ucap Yonathan Nugroho, Managing Director Trinity Optima Production.

Kembali ke Masa Lalu dengan ‘Mesin Waktu” Bersama Mawar de Jongh

Di awal tahun 2021, Mawar de Jongh kembali meluncurkan single terbarunya. Lagu tersebut berjudul “Mesin Waktu” dan berkisah tentang pasangan yang telah mengikat janji untuk bersama selamanya. Tapi, pada akhirnya, keduanya harus berpisah.

 

Salah satu dari pasangan tersebut merindukan masa lalu mereka saat masih menjalin cinta dan berjanji untuk tak menyakiti satu sama lain. Sadar tak bisa kembali bersama, dia berharap ada mesin waktu yang bisa mengantarkannya ke masa lampau.

 

“Mesin Waktu” adalah lagu pop ballad nan mellow, sesuai dengan ciri khas musikalitas Mawar de Jongh. Proses rekamannya lagu yang ditulis oleh Pika Iskandar ini dilakukan pada akhir tahun 2020 dan menghabiskan waktu satu hari untuk menyelesaikannya.

 

“Buat aku, semua orang pasti pernah menyesal dengan apa yang telah mereka buat di masa lalu. Kita semua tentu ingin memperbaikinya, dan hal itu yang ingin dilakukan oleh orang di lagu “Mesin Waktu” agar pasangannya tidak pergi darinya dan bertahan untuk tetap bersamanya,” jelas Mawar de Jongh.

 

Video klipnya sendiri disutradarai oleh Davy Linggar. Mawar de Jongh beradu peran model laki-laki bernama Axel Jan di video musiknya tersebut. “Seru video klipnya, shooting dari siang sampai malam, setengah hari,” ujar Mawar de Jongh.

 

Terkait “Mesin Waktu”, Simhala Avadana selaku A&R Trinity Optima Production mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada lagu tersebut. Selain karena ciptaan Pika Iskandar, notasi lagunya sangat kuat dan temanya relate dengan banyak orang.

 

Lagunya pun tidak banyak berubah dari demonya. Aransemen piano di lagu “Mesin Waktu” terdengar klasik dan sesuai dengan konsep back in time, membuat para pendengarnya seperti dibawa kembali ke masa lalu.

 

“Hari berganti hari, Mawar de Jongh semakin matang secara vokal. Penjiwaannya terhadap lagu “Mesin Waktu” juga patut diacungi jempol karena dia bisa menyampaikan pesan lagu tersebut dengan baik lewat suaranya,” ucap Mhala.

 

“Semoga “Mesin Waktu” bisa diterima dengan baik oleh orang-orang, terutama Mawaries (sebutan untuk fans Mawar). Semoga Mawaries tetap kompak, selalu mendukung aku, dan menunggu proyek-proyek aku selain lagu ini,’ tutup Mawar de Jongh.

Neona Kembali dengan Album Mini Berjudul  ‘Bahasa Cinta’

Neona is back! Setelah album ‘With Love’ (2019), Neona kembali dengan Extended Play atau EP terbarunya yang bertajuk ‘Bahasa Cinta’. Lagu berjudul sama menjadi andalan dari album ini. Tak sendiri, Neona menyanyikannya bersama dengan ibundanya, Riafinola Ifani Sari atau Mama Nola.

Lagu ‘Bahasa Cinta’ mengajak pendengarnya untuk mempelajari bahasa cinta dari berbagai negara, mulai dari bahasa Korea “Saranghae” hingga bahasa Hawaii “Aloha au iā ‘oe” yang artinya “I love you” dalam bahasa Inggris.

“Kata ‘I love you’ tak hanya diucapkan pada pasangan saja, tapi antara ibu dan anak serta keluarga. Kami ingin membiasakan kalimat itu untuk lebih sering diucapkan karena cinta itu universal, membuat kita happy, dan menguatkan. Jadi, pendengar tahu kalau kalimat paling indah dan dalam untuk diucapkan ya, ‘I love you’. Kami juga ingin anak-anak mengucapkan itu dalam berbagai macam bahasa,” ucap Mama Nola.

“Lagunya juga menyenangkan dan romantis. Selalu menyenangkan dan semangat kalau rekaman sama Neona. ‘Bahasa Cinta’ ini danceable banget untuk Neona yang suka menari. Lagunya sendiri diciptakan oleh Simhala Avadana dan Duhita Panchatantra, serta diproduseri oleh Rishanda Singgih,” sambungnya.

Ini bukan kali pertama Mama Nola dan Neona berduet. Sebelumnya, mereka pernah menyanyi bersama di lagu ‘Kasih Ibu’. “Aku suka duet sama Mama karena Mama suaranya bagus and I’m happy about it,” ujar Neona.

“Untuk lagu ‘Bahasa Cinta’ sendiri, temanya sederhana. Ada ratusan cara untuk mengucapkan kata ‘cinta’. Jadi, lagu tersebut seperti edukasi juga untuk anak-anak yang mendengarkan. ‘Bahasa Cinta’ itu fun, light, easy, dan bisa menjadi bahan hafalan juga untuk mengucapkan kata ‘cinta’. Tak hanya lagunya, keseluruhan EP juga demikian,” kata Simhala Avadana, A&R Trinity Optima Production.

Selain ‘Bahasa Cinta’, ada empat lagu lain yaitu  ‘Gembira’ yang hadir dengan sentuhan broadway dan brass section, ‘Mama Papa’ yang menceritakan sosok orang tua sebagai pahlawan sekaligus idola, ‘Aku Anak Baik’ yang fun, serta ‘Papa’ yang mengusung ballad dengan aransemen yang dikemas secara modern. Masing-masing menghadirkan nuansa yang berbeda, membuat EP ‘Bahasa Cinta’ sangat berwarna dari sisi aransemen musiknya.

Harapannya, karya yang dipersembahkan Neona ini berguna untuk anak Indonesia yang ingin mendengarkan dan menyanyikan lagu sesuai usia mereka. “Semoga ini jadi referensi anak-anak Indonesia dan luar Indonesia untuk membuat mereka happy dan excited saat mendengarkan. Juga, diterima oleh pecinta musiknya Neona, tidak hanya anak-anak, tapi orang tua mereka agar bisa mengajarkan putra-putri mereka bahasa cinta dari berbagai negara,” jelas Mama Nola.

“Semoga semua orang memahami makna dari setiap lagu di EP ‘Bahasa Cinta’ dan dapat menginspirasi,” tutup Neona.

“Kembali Untukmu” Album Persembahan Ady untuk Para Penggemarnya

Sebagai musisi, Ady—sesungguhnya—tak pernah berhenti berkarya. Pada 4 Desember 2020, eks vokalis Naff ini meluncurkan album berjudul ‘Kembali Untukmu’.

 

‘Kembali Untukmu’ merupakan album kompilasi yang berisikan 10 lagu. Beberapa lagu tersebut sudah pernah dirilis sebelumnya, seperti ‘Kau Masih Kekasihku’, ‘Terendap Laraku’ ‘Kaulah Hidup dan Matiku’, ‘Tak Seindah Cinta yang Semestinya’, ‘Bila Nanti Kau Milikku’, ‘A.N.G’, dan ‘Akhirnya Ku Menemukanmu’. Namun, dengan aransemen baru.

Ada juga 3 lagu baru yang dihadirkan, yaitu ‘Usai Kisahku’ (2018), ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’, dan ‘Bersandinglah Denganku’. Secara keseluruhan, Ady menulis lagu-lagu tersebut berdasarkan apa yang dia alami dalam kehidupannya.

 

“Ide judul albumnya muncul sebulan yang lalu, tiba-tiba terlintas. Judul ini bukan untuk seseorang, tapi fansku yang menanyakan keberadaanku setelah aku keluar dari Naff. Peluncuran album ini sudah tertunda cukup lama, sekitar 2-3 tahun dan kehadirannya adalah penantian panjangku dan fans,” jelas Ady.

 

Lagu ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ dan ‘Bersandinglah Denganku’ dibuat secara berkaitan, begitu juga video musiknya. “Ini kesimpulan rasa marahku, sedihku, dan kekecewaan tentang hidupku. Alhamdulillah, aku telah mendapatkan semua hal sampai hari ini. Yang aku belum dapatkan hanya cinta. Itu terangkum dalam 2 lagu tersebut dan itu mimpiku, menua dengan orang yang aku cintai sampai maut memisahkan,” kata Ady.

 

Video klip ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ dan ‘Bersandinglah Denganku’ disutradarai oleh Ady sendiri dengan lokasi shooting di dua tempat yang berbeda, yaitu Lembang, Jawa Barat, dan rumah Ady.

 

‘Kembali Untukmu’ adalah karya idealis Ady karena semua ia kerjakan sendiri. “I did my best menurut isi kepala dan hatiku. Makanya aransemennya lagu-lagunya berubah, ada yang dari slow jadi nge-beat, ada yang jadi bossa nova. Kenapa? Karena musik itu luas ini adalah karya Ady yang baru dengan segala pemikirannya. Meski demikian, aku tetap mendengarkan saran dari Trinity Optima Production sampai kami mencapai kesepakatan. Secara teknis, Trinity Optima Production membebaskan saya untuk mengerjakan musik saya sendiri. Sesuatu yang lahir tanpa pengkotakan, pasti hasilnya atau pembuatnya menjadi legenda,” ucap Ady. 

 

“Musikalitas Ady memang tidak diragukan. Dia sangat mahir dalam membuat lagu-lagu cinta dan pesan-pesannya pun sampai pada fansnya. Semoga rindu fans terobati akan kehadiran album ‘Kembali Untukmu’ ini,” ujar Managing Director Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho.

 

Ady berharap, ‘Kembali Untukmu’ bisa diterima dengan baik oleh pendengar musik Indonesia, terutama bagi para penggemar yang merindukan Ady.

 

“Aku cuma ingin membahagiakan orang-orang yang setia mendampingiku berjalan dan menerimaku apa adanya. Mereka adalah mood booster-ku dan aku ingin memuaskan mereka dengan kehadiran album ini. Aku juga ingin memberi tahu anak semata wayangku, Nayla, kalau papanya masih berkarya,” tutup Ady.

 

Video musik ‘Maukah Kau Menikah Denganku?’ rilis 4 Desember 2020, sedangkan ‘Bersandinglah Denganku’ rilis 7 Desember 2020. Keduanya bisa disaksikan di YouTube Trinity Optima Production.

 

TRACKLIST

  1. TAK SEINDAH CINTA YANG SEMESTINYA
  2. USAI KISAHKU
  3. TERENDAP LARAKU
  4. KAU MASIH KEKASIHKU
  5. AKHIRNYA KU MENEMUKANMU
  6. A.N.G
  7. BILA NANTI KAU MILIKKU
  8. BERSANDINGLAH DENGANKU
  9. KAULAH HIDUP DAN MATIKU 
  10. MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?

Afgan dan Raisa Kembali Berduet Lewat Lagu “Tunjukkan”

Setelah sukses merilis sebuah single kolaborasi bertajuk “Percayalah” 5 tahun yang lalu dan juga berhasil meraup 16 juta play di YouTube sekaligus salah satu most streamed Indonesian track of 2015 di Spotify, kini Afgan dan Raisa kembali merilis sebuah lagu baru berjudul Tunjukkan.

Duet Afgan dan Raisa untuk lagu Tunjukkan ini terbilang tidak direncanakan sama sekali kedua penyanyi ini. Bermula dari Afgan menerima demo lagu dari Alam Urbach. Kemudian Afgan terlintas untuk menjadikan ini sebuah lagu duet dan nama Raisa langsung terbesit di benak kepalanya.

“Awalnya sih kaget dapet ajakan kolaborasi ini. Nuansanya lagunya berbeda dengan Percayalah, jadi excited untuk ngerjainnya, dan lagunya cepet nyangkut di kepala. Selalu seru kerja bareng Afgan,” cerita Raisa.

Afgan menambahkan, “Lagu ini sangat catchy dan bikin kita feel good, terutama di masa-masa (pandemi) seperti sekarang. Jadi ini adalah bentuk ekspresi terhadap orang-orang yang kamu sayang, karena kita suka lupa untuk menunjukkan rasa sayang tersebut.”

Pada single terbaru ini Afgan dan Raisa mencoba warna yang berbeda dari sebelumnya. Di lagu Percayalah, unsur balada pop sangat kental terasa. Sementara di Tunjukkan, Afgan dan Raisa ingin menunjukkan sesuatu yang baru secara nuansa lagu, yaitu lantunan yang groovy. Rasa baru dari duet ini tak lepas dari kumpulan produser dengan nama S/EEK (terdiri dari Marco Steffiano, Adrian Rahmat Purwanto, dan Jessi Mates) yang menangkap inspirasi Afgan dan Raisa untuk menghasilkan musik Pop Korea dan R&B era 2000-an.

Single Tunjukkan sudah bisa didengarkan di aplikasi layanan streaming mulai 6 November 2020. Dan untuk single ini Afgan dan Raisa sudah menyiapkan sebuah challenge untuk bisa seru-seruan bareng Afganisme dan YourRaisa.

Music Video Tunjukkan

Selain lagu Tunjukkan, Afgan dan Raisa juga merilis music video yang bisa ditonton di kanal Youtube Trinity Optima Production. Music video ini disutradarai oleh Gilbert March yang sebelumnya menggarap music video You milik Raisa dan Look At Me Now-nya Ramengvrl. Konsep music videonya mengambil sisi hubungan dekat namun quirky dari Raisa dan Afgan, yang belum diketahui banyak orang. Music video Tunjukkan sudah bisa ditonton hari ini.

Hanif Kenang Kisah Mantan Lewat “Juli”

Sukses dengan lagu perdananya “Candu Sampai Ke Nadi”, Hanif Andarevi kini siap merilis single keduanya. Bekerja sama dengan penulis lagu kenamaan Raguel Lewy, lagu terbaru dari Hanif ini bisa membuat siapapun jadi terbawa perasaan!

BICARA TENTANG JULI

Kadang kalau tengah termenung sendiri, mengingat masa-masa indah dengan mantan menjadi hal yang terelakan. Rindu, tapi tetap sadar kalau hubungan memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Setidaknya hal itulah yang ingin coba disampaikan oleh Hanif Andarevi lewat single terbarunya “Juli”. “Di lagu ini, menceritakan seseorang yang mengenang perpisahan dengan mantannya di bulan Juli. Makanya judul lagu ini pun dipilih menjadi ‘Juli’,” ungkap Hanif.

Bagi Hanif sendiri, kata Juli dalam lagu ini memiliki makna yang cukup unik. “Karena kita bukannya sengaja membuat lagu berjudul bulan ‘Juli’ dan dirilis di bulan juli. Lagu dari kak Raguel Lewy ini memang menceritakan tentang hubungan yang kandas di bulan Juli, dan kebetulan saja tanggalnya pas di bulan ‘Juli’ untuk dirilis. Karena hampir sama dengan lagu yang punya judul nama bulan lainnya, ini merupakan cerita yang cukup personal dan unik dari si penulis lagu, yang harus aku kuasai,” tambahnya.

EXPLORASI MUSIK HANIF

Lagu “Juli” sendiri mereupakan lagu yang dituis oleh Raguel Lewy, penulis lagu yang juga menulis dua hits dari Mawar de Jongh “Sedang Sayang-Sayangnya” dan “Lebih dari Egoku”. Dua lagu yang cukup popular di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020. Dan setelah pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya Trinity Optima Production memutuskan untuk lagu dari Raguel Lewy ini dibawakan oleh Hanif. “sebenarnya lagu ini justru sudah ada sejak lama. Namun, kami masih belum bisa memutuskan siapa yang cocok untuk membawakannya,” ungkap Simhala Avadana selaku A&R dari trinity optima Production. Lagu pop ballad yang diaransemen dengan sangat ringan untuk pendengar Indonesia. “Kenapa akhirnya kami memilih Hanif untuk membawakan lagu ini semata karena ingin mengeksplorasi kemampuan Hanif untuk membawakan lagu original ballad miliknya sendiri. Dan dia sukses membawakan lagu ini dengan baik,” tambah Mhala.

Walaupun sangat berbeda dengan single pertamanya “Candu Sampai ke Nadi”, Mhala yakin lagu “Juli” mampu menampilkan sisi lain dari Hanif Andarevi yang bisa disukai oleh penggemarnya. Meski dia sudah sering men-cover lagu ballad, namun membawakan lagu ballad miliknya sendiri memberikan tantangan tersendiri untuk Hanif. “Proses rekaman lagu ini overall sangat asik dan menantang. Menantang karena berbeda dengan lagu sebelumnya. Lagu ballad itu harus dibwakan dengan emosi, waluapun saya belum pernah mengalaminya,” papar Hanif.

Untuk melengkapi lagu ini, sebuah musik video sudah bisa disimak di akun Youtube Trinity Optima Production. Dan lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform dan juga di request di radio-radio kesayangan anda.

“Di Atas Langit” Bukti Eksistensi Pasha ‘UNGU’ di Dunia Musik

Sesungguhnya, Sigit Purnomo Said atau Pasha tak pernah hilang dari dunia yang membesarkan namanya, yaitu musik. Untuk membuktikannya, Pasha merilis sebuah karya baru berupa album bertajuk “Di Atas Langit”.

Di album ini, Pasha tidak tampil bersama UNGU, melainkan seorang diri. “Di Atas Langit” merupakan proyek solo karier Pasha, yang dia sudah idam-idamkan sejak lama. Tentunya, dalam album ini, tak ada campur tangan teman-teman UNGU agar proses kreatifnya berbeda.

“Selain punya track record baru di dunia rekaman sebagai solois, ada misi yang lain. Yaitu, membantu mengangkat musisi daerah yang terlibat dalam album solo Pasha. Ada sahabat-sahabat saya dari kota Palu yang mengisi instrumen musiknya. Saya kira, hal itu memberikan nuansa yang berbeda,” ucap sang vokalis UNGU.

Ada 8 lagu dalam album “Di Atas Langit”. Tiga lagu ditulis oleh Pasha, dan sisanya ditulis oleh Veki Vischer, musisi dari kota Palu yang juga sudah pernah berkiprah secara nasional sebagai session player untuk beberapa artis. Lagu-lagu tersebut adalah “Cinta Sendiri”, “Dari yang Terdalam”, “Di Atas Langit”, “Luka Lama”, “Perasaanku”, “Rindu Ini”, “Sumpah Demi Apa”, dan “Cerita Engkau dan Aku”.

“Sumpah Demi Apa” menjadi single pertama Pasha sebagai solois. Lagu mellow yang didominasi permainan piano ini merupakan ciptaan Veki Fischer yang menyampaikan bahwa, mencintai seseorang membutuhkan respons dan jawaban yang jelas.

“Karena temanya mellow, secara umum lagu ini bisa didengarkan saat apa aja. Instrumen sendiri, saya dibantu oleh Ivan Sunusi, salah satu pianis terbaik di kota Palu. Alhamdulillah, kita bisa menikmati hasil jemari-jemarinya bermain di lagu “Sumpah Demi Apa”. Mudah-mudahan yang saya rasakan bisa dirasakan sama teman-teman di rumah dan seluruh Indonesia,” jelas Pasha.

Pasha berharap, karya solonya ini bisa diterima dan menghibur fans, serta memperkaya khasanah musik Indonesia. Pasha juga berharap masyarakat tahu bahwa dirinya masih ada di di dalam dunia yang membesarkan namanya.

“Ini adalah karya tulus dari diri saya untuk industri musik Indonesia. Pasha hadir untuk menjawab kerinduan masyarakat Indonesia yang mungkin saja, bertanya-tanya apakah Pasha masih berkarya di musik atau tidak, ini jawabannya. Harapannya, album ini bisa membangkitkan gairah industri musik Indonesia,” kata Pasha.

“Saya ingin teman-teman pendengar musik Pasha di album solo ini yang bisa memberikan penilaian. Saya butuh masukan, bahkan kritik dari pendengar album solo Pasha. Kira-kira, letak perbedaan Pasha di UNGU atau Pasha sebagai solois ini seperti apa. Terima kasih dan selamat mendengarkan,” tutupnya.

Untuk melengkapi lagu ini, video musiknya sudah bisa disimak di akun YouTube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, YouTube Music, dan Resso sejak 18 September 2020.

Cassandra Band Mengalah di Single Terbaru

Mengalah menjadi sikap paling bijak yang kerap dilakukan kala bertengkar dengan pasangan. Mengalah bukan berarti kalah, tapi meredam ego agar menyikapi sesuatu dengan kedewasaan.

Untuk itu, Cassandra yang digawangi oleh Ana (vokal), Inos (gitar), dan Choki (bass) menghadirkan lagu berjudul “Mengalah” yang merupakan penutup rangkaian cerita cinta “Diary of Cassandra: Pada Suatu Hari”.

Sebuah Pesan Pendewasaan Diri
“Mengalah” masih berhubungan dengan empat lagu sebelumnya dari “Diary of Cassandra: Pada Suatu Hari”, yaitu “Aku Janji”, “Terbelah Tujuh”, “Sakit”, dan “Porak Poranda”. Sebelumnya, “Porak Poranda” rilis pada bulan lalu, tepatnya 26 Juni 2020.

“Lagu ini merupakan sikap akhir dari serangkaian lagu sebelumnya. Setelah dikhianati, disakiti, dan merasakan porak-poranda, lagu “Mengalah” merupakan sikap akhir dari serangkaian perasaan tersebut,” kata Choki yang penulis dari lagu tersebut.

Seperti lagu lainnya, lewat lagu “Mengalah”, Cassandra ingin memberikan pesan yang baik dalam menjalani percintaan. Kali ini pesan yang ingin disampaikan adalah, sesakit apapun patah hati yang dirasakan, akan lebih baik jika kita juga bisa memaafkan.

“Karena jika terus menerus mengikuti ego sendiri, maunya harus menang sendiri, kita justru enggak akan menemukan kebahagiaan. Dalam lagu ini, saya ingin pendengar musik kami bisa mencintai diri sendiri dengan menekan ego mereka. Mengalah,” jelas Choki.

Akustik yang Mengusik
Untuk aransemen lagu “Mengalah”, Cassandra bekerja sama dengan Zack the Jackman, keyboardist Seventeen yang juga salah satu orang yang selamat dari bencana tsunami Banten pada tahun 2018. Bersama Zack, “Mengalah” diaransemen sedemikian rupa menjadi lagu ballad untuk para pendengarnya.

“Jujur, untuk lagu ini proses pembuatannya tidak serepot biasanya. Karena tema besarnya sendiri pop ballad akustik dan di lagu ini juga, kami bisa berkolaborasi dengan orang-orang terbaik. Jadi, semua berjalan lancar,” ungkap Choki.

Lewat lagu ini, Cassandra Band berharap banyak hati yang terwakilkan. Tak hanya “Mengalah”, tapi juga lagu-lagu lain dalam rangkaian “Diary of Cassandra: Pada Suatu Hari”. Cassandra juga berharap agar lagu-lagu tersebut bisa menjadi inspirasi dalam kondisi apapun.

Untuk melengkapi lagu ini, video musiknya sudah bisa disimak di akun Youtube Trinity Optima Production. Lagunya pun sudah tersedia di digital streaming platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, LangitMusik, iTunes, YouTube Music, dan Resso, serta bisa di-request di radio.

New Release : Cassandra Band “Biar Aku Saja” – Suguhan Bagi Mereka yang Ingin Move-On

Nama Cassandra Band sudah menjadi perbincangan banyak orang sejak tahun 2010. Lewat lagu “Tetap Menjadi Milikmu” dan “Cinta Terbaik”, Cassandra Band mampu mendulang kepopuleran di belantika musik nasional. Setelah sempat hampir satu tahun vakum, Anna (vokalis), Coki (bass), dan Inos (gitar) kini kembali dengan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”.

 

DARI KISAH GAGAL MENIKAH

Bagi beberapa orang, lagu-lagu Cassandra Band mungkin menjadi lagu anthem bagi hubungan mereka. Lagu-lagunya yang didominasi dengan lirik cinta yang menyenangkan dibawakan dengan musik pop ballad yang sendu membuat siapapun bisa merasakan apa yang dilantunan musiknya. Single kedua Cassandra yang  dirilis pada tahun 2011, “Cinta Terbaik”, hingga hari ini masih menjadi idola banyak orang yang tengah mencinta.

Tapi, lagu itu adalah lagu lama. Kini, di dalam ‘rumah barunya’ Cassandra siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Biar Aku Saja”. Bersama Trinity Optima Production, Cassaandra Band siap mengeksplor lagu-lagu cinta yang lebih personal dan juga sendu.

Berbeda dengan lagu sebelumnya yang memiliki lirik cinta yang lebih general, single “Biar Aku Saja” memiliki latar belakang cerita yang sangat personal, terutama bagi Coki. “Lagu ini saya tulis saat saya sedang berada di rumah sakit, patah hati setelah saya batal menikah,” ungkap bassist Cassandra yang mengenang momen kepedihan hatinya di tahun 2017 lalu. “Dan waktu sedang berada di rumah sakit, saya mencoba mencerahkan hati dan pikiran saya dengan mambaca buku. Waktu itu membaca buku Pidi Baiq yang berjudul ‘Dilan 1990’. Di situ ada kata-kata ‘jangan rindu, ini berat, kamu tak kan kuat, biar aku saja’ di situ saya langsung merasa kata-kata pas dengan perasaan saya saat itu. Ya sudah, akhirnya saya coba buatlah lirik dan lagunya,” tambahnya.

 

RESTU DARI PIDI BAIQ

Sebelum merilis single ini, Cassandra Band belum merasa lega tanpa ada izin dari penulis buku yang menjadi inspirasinya. Di akhir tahun 2018, personel Cassandra Band ditemani oleh A&R dari Trinity Optima Production mengunjungi Pidi Baiq di Bandung untuk meminta izin penggunakan quotes dari buku teranyarnya. “Untungnya Pidi Baiq memberikan izinnya. Karena mungkin kami sama-sama pekerja seni jadi kami tahulah sangat penting untuk meminta izin penggunaan hak cipta walaupun itu hanya berupa kata-kata,” ujar Coki yang juga mengaku penggemar dari Pidi Baiq. “Walaupun lagu ini tidak sepenuhnya terinspirasi dari cerita Dilan, tapi kata-katanya mampu membuat saya terinspirasi untuk membuat lagu ini. Karena itulah saya merasa sangat senang mendapatkan izin dari beliau,” tambahnya.

Dan untuk melengkapi single ini, Aco Tenriyagelli, telah mempersiapkan sebuah musik video untuk lagu “Biar Aku Saja”. Konsep video klip kali ini menceritakan tentang dua orang pasangan yang mencoba berdamai dengan masa lalu mereka dengan cara membakar barang-barang kenangan mereka. “Waktu pertama kali dengar lagu ini, pastinya bagus lah, makanya saya setuju untuk membuat musik video ini. Tapi kalau tanggapan personal saya adalah ‘bakar’ hahaha, bakar aja kenangan-kenangan lama biar cepat bisa move on-nya,” ungkap Aco. Wah, jadi penasaran ya, seperti apa sih video klip terbaru Cassandra Band “Biar Aku Saja”, yuk tonton video klip nya berikut ini yuk! Jangan lupa tuliskan komentar kamu di bawah ini tentang lagu terbaru Cassandra “Biar Aku Saja” ini ya 🙂

BIAR AKU SAJA (Lirik)

Satu satunya kenangan

Yang tertanam di hatiku

Saat dulu kita

Tak terpisahkan

 Seandainya waktu dapat

Ku putar kembali

Tak kan sebodoh ini

Tak kan ku khianati

 Kehilangan dirimu

Buatku sesaat tak ingat bagaimana caranya bahagia

Ketika tak bersamaku

Kumohon jangan rindu

Ini berat kamu takkan kuat

Biar aku saja

 

Composed by CHOKI “CASSANDRA” SIMANJUNTAK

Lyrics Inspired by PIDI BAIQ

Piano &Strings by ZACK THE JACKMAN

Piano Recorded @RINTOP Std, Jkt

Strings Recorded @BLUESMAN Std, Jkt

Drums by GRACE J. THEO

Backing Vocals by OLIVIA ILONA

Vocal Recorded@BACKBEAT Std, Jkt

Engineer By ANGGI ANGGORO

Mixed by CHOKI “CASSANDRA” @BLUESMAN Std, Jkt

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT Std, Jkt

©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2019