trinity_logo_web.png
Menu
Kupas Chat Terakhir Mantan Bareng Mawar de Jongh

Sudahkah kamu dengar single terbaru dari Mawar de Jongh? Karena lagu ini memiliki banyak intrepretasi bagi berbagai orang. Salah satunya adalah lagu ini bisa menjadi bahan refleksi mengenai hubungan yang baru saja disudahi. Maka dari itu, bersama tim @rahasiagadis, Mawar mengajak teman-teman Rahasia Gadis untuk mengungkapkan apa chat terakhir dari mantan mereka. Dan ternyata, banyak teman-teman Rahasia Gadis yang memamerkan isi pesan terakhir mantan kekasihnya kepada mereka. Setelah sekian banyak pesan yang Rahasia Gadis dan Mawar respon, ternyata Mawar juga sempat sharing chat terakhir dari salah satu mantan sahabatnya. Wah, seperti apa yaa? Yuk tonton di sini:

Waode ‘POPA’ Rilis Single Perdana, “Cinta Tanpa Tapi”

Kemenangan Waode Heni Andraini di ajang Pop Academy (POPA) Indosiar mengantarkannya pada banyak hal. Mulai dari membawa pulang piala POPA, uang tunai Rp 350.000.000,-, hingga mendapatkan lagu dari Melly Goeslaw yang berjudul “Cinta Tanpa Tapi”.

Waode mengikuti audisi ajang pencarian bakat Pop Academy Indosiar atau POPA di tahun 2020. Semua bermula dari Baubau, kota kelahirannya, di Sulawesi Tenggara. Kala itu, Waode mengikuti audisi online. Meski sempat kesulitan karena koneksi internet yang kurang bagus, Waode berhasil lolos audisi.

Waode sukses meraih platinum ticket dan lolos ke babak 40 besar. Dalam perjalanannya, Perempuan yang akrab disapa Odew ini sempat berada di bottom 2 sebanyak tiga kali karena voting-nya yang rendah. Hingga akhirnya, Waode berhasil melewati Grand Final Top 4, menjadi pemenang POPA Indosiar, serta mendapatkan lagu kemenangan dari Melly Goeslaw.

“Dari dulu, aku suka sekali lagu-lagu Teh Melly. Pertama kali aku mendengar “Cinta Tanpa Tapi”, aku menangis karena ingin memiliki lagu tersebut. Sekarang, lagu tersebut milikku dan aku sangat bersyukur. Perjuangannya benar-benar tidak mudah,” kata Waode.

“Cinta Tanpa Tapi” pun menjadi single perdana Waode sekaligus penanda bahwa dirinya telah siap untuk berkarier lebih serius di industri musik Indonesia.  

“Lagu “Cinta Tanpa Tapi” sangat spesial karena ini adalah rekaman pertamaku. Prosesnya sangat seru dan aku mendapatkan treatment yang sangat baik dari Trinity Optima Production. Aku juga diberikan kejutan dengan kemunculan Coach Irvnat Natadiningrat yang menjadi Vocal Director-ku. Ini semua bagai mimpi yang menjadi kenyataan,” tutur Waode.

Single perdana Waode ini terdengar berbeda dengan versi yang ia nyanyikan di konser kemenangan. Aransemennya sengaja diubah agar lebih easy listening dan fresh di telinga pendengar.

“Lagu “Cinta Tanpa Tapi” ciptaan Teh Melly ini aransemennya tidak neko-neko dan light. Liriknya cukup dalam, mudah diingat, aransemennya tidak berlebihan. Semoga “Cinta Tanpa Tapi” bisa menjadi soundtrack hidup banyak orang dan membukakan jalan panjang untuk Waode menuju kesuksesan,” jelas Simhala Avadana, A&R Trinity Optima Production.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Harsiwi Achmad selaku Direktur Surya Citra Mandiri.

“Indosiar bangga telah melahirkan Bintang Pop muda untuk bersaing di industri musik Indonesia. Waode memiliki range vokal yang lebar, karakter vokal powerful, dan khas. Sangat tepat jika Waode berhasil menjadi juara Pop Academy Indosiar 2020.  Kami akan memberikan wadah seluas-luasnya untuk Waode dan semua lulusan POP Academy 2020. Salah satunya dengan rekaman single kemenangan lagu “Cinta Tanpa Tapi” yang sudah kami persiapkan sejak awal kompetisi. Semoga lagu ini menjadi pijakan awal karier Waode untuk memantapkan langkah dan mampu menjadi Top Hits yang digemari seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

“Semoga masyarakat Indonesia menerima dan mendengarkan single pertamaku ini. Semoga “Cinta Tanpa Tapi” viral, banyak yang suka, dan membuatku semakin bersemangat untuk menghadirkan single-single lainnya,” tutup gadis kelahiran Baubau, 2 Mei 1997 ini.

Neona Coba Sally Walker Dace

Bungsu dari pasangan Nola dan Baldy ini memang ada saja kegiatannya. Mulai dari menyanyi, berakting, dan juga menarik, Neona semua kerjakan dengan sepenuh hati. Setelah merilis lagu “Bahasa Cinta” pada tanggal 22 Desember 2020 lalu, Neona kembali memamerkan keahliannya dalam menari. Kali ini, ditemani dengan Ufa Sofura yang juga instruktur dancer, melakukan cover dance dari lagu “Sally Walker” dari Iggy Azalea. Berawal dari keisengan belaka, Neona dan Ufa berhasil melakukan dance untuk lagu ini. Wah, mau tahu seperti apa sih keseruan Neona dalam cover dance ini? Yuk, tonton di sini:

Bedah Lirik Lagu “Mesin Waktu” Bareng Mawar

Siapa yang sudah dengar lagu terbaru Mawar de Jongh yang berjudul “Mesin Waktu”? Lagu yang dirilis akhir Januari lalu ini berhasil membuat banyak orang terbawa perasaan. Lagu ini ditulis oleh Pika Iskandar, tanpa banyak memberikanDan pada kesempatan kali ini, Mawar menceritakan makna yang ada dibalik lagu “Mesin Waktu”. Kepada tim Trinity Optima Production, Mawar menceritakan bagaimana setiap lirik dan bagian lagu memiliki makna tersendiri baginya. Penasaran seperti apa? Yuk, tonton di sini:

 

 

Gemasnya, Armand Maulana Coba Mandikan Kucing

Siapa yang suka kucing? Amand Maulana, penyanyi dan juga juri di acara pencarian bakat ini, pelihara kucing lho! Enggak hanya satu, tapi ada dua, Goldie dan Ruby.

Goldie, kucing persian yang sudah delapan tahun tinggal bersama keluarga Armand Maulana sedangkan Ruby adalah Scottish Fold yang baru saja tinggal satu tahun bersama mereka. Dan pada vlognya kali ini, Armand Maulana berencana memandikan kucingnya. Tapi karena masih dalam masa PPKM, Ruby di mandikan di rumah? Wah, gimana ya keseruannya! Yuk, tonton di sini:

 

Afgan Rilis Lagu Internasional “say i’m sorry”

Afgan kembali melahirkan karya setelah absen selama 2 tahun. Single terbarunya itu berjudul “say i’m sorry”, terobosan global pertamanya sekaligus debutnya dengan EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes, yang bekerja sama dengan Trinity Optima Production.

 

Mengusung slow-burning R&B dengan sentuhan modern yang didominasi synthesizer, “say i’m sorry” berpadu apik dengan suara Afgan yang khas. Lagu tersebut diproduseri oleh Tha Aristocrats (yang juga pernah memproduseri Chris Brown, EXO, BoA) dan ditulis oleh Chaz Jackson, Dashawn White, Benny Mayne, Emily Vaughn, Orlando Williamson, serta Yusuke Sato.

 

“say i’m sorry” berkisah tentang sebuah penyesalan. Waktu tak akan bisa diulang, dan yang bisa dilakukan adalah mengingat kenangan akan rasa yang pernah ada.

 

“Aku berharap, saat orang-orang mendengarkan lagu ini, kesedihan dan rasa sakit yang pernah kita rasakan membuat kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penyesalan itu ada untuk memberi kita pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan,” tutur Afgan.

 

Merilis karya secara internasional adalah impian Afgan sejak dia mulai berkarier di dunia musik. Setelah berkarya selama kurang lebih 13 tahun lamanya, Afgan berpikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menantang dirinya demi berkembang menjadi musisi, vokalis, sekaligus penulis lagu ke level yang lebih tinggi. Juga, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya.

 

Soal rekaman, Afgan melakukannya di studio EMPIRE, Amerika Serikat. Banyak yang ia rasakan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga belajar banyak hal secara profesional.

 

“Banyak hal yang membuatku terinspirasi. EMPIRE paham apa yang aku inginkan dan mereka juga membantuku beradaptasi. Aku sangat bangga bisa bekerja sama dengan EMPIRE dan aku sudah tidak sabar ingin memperdengarkan lagu-lagu baruku,” kata Afgan.

 

“Impresi pertamaku tentang Afgan, dia adalah orang yang sopan dan sangat terbuka dengan ide apapun. Afgan adalah penyanyi berbakat dan sangat mencintai musik. Aku mendengar suaranya untuk pertama kali saat kami bertemu secara virtual. Tapi, ketika kami bertatap muka di studio dan aku mendengarnya bernyanyi di depan mataku, aku bisa melihat kemampuannya yang sebenarnya, terutama jangkauan vokalnya, dan etos kerjanya yang bagus,” ucap Tina Davis selaku Vice President A&R EMPIRE.

 

Hidup bersama karya-karya Stevie Wonder, Whitney Houston, dan Brian McKnight sejak kecil, Afgansyah Reza memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar di Indonesia sejak album debutnya, “Confession No.1”, rilis pada Januari 2008. Selama berkarier, Afgan telah meraih kurang lebih 60 penghargaan di dunia musik dan memiliki lebih dari 17 juta pengikut di media sosial. Di tahun 2019, Afgan meraup lebih dari 44 juta streaming di Spotify dari 79 negara.

 

Tak hanya itu, Afgan juga sukses menggelar konser di beberapa kota di Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Tiket konsernya selalu terjual habis. Setelah kehadirannya diakui industri musik Asia, Afgan siap melebarkan sayapnya di tahun 2021 ini, yakni dengan berkarya secara internasional.

 

“Sebagai label yang menaungi Afgan selama ini, kami sangat mendukung dan bangga melihat perjalanan kariernya sampai sekarang. Mimpinya untuk berkarya ke tingkat yang lebih tinggi menjadi kenyataan, dan kami harap Afgan bisa membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional. Fans pasti menyukai musik Afgan yang baru, begitu juga sosoknya,” ucap Yonathan Nugroho, Managing Director Trinity Optima Production.

Sempat Dirampok, Pengalaman Afgan Rekaman Di Amerika Serikat

Hari ini Afgan baru saja meluncurkan single internasional perdananya berjudul “say i’m sorry”. Single ini merupakan salah lagu yang Afgan selesaikan bersama label rekaman Amerika, EMPIRE tahun 2019 lalu. Dan saat rekaman di Amerika, ternyata banyak kejadian yang berkesan yang Afgan lalui.

Di hari pertama Afgan landing di San Francisco, Afgan langsung aja mengalami hal yang tidak mengenakan. Mobil sewaanya dibobol orang saat ia sedang makan malam di Chinatown, San Francisco. Koper yang berisi pakaian dan tas berisi uang selama sebulan ia di sana, semuanya habis diambil oleh perampok. Bayangkan baru keluar dari bandara, dirinya sudah harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Tapi, tidak mau terlalu lama berlarut dengan kejadian yang tidak mengenakan tersebut, Afgan menganggap kejadian tersebut menyuruhnya untuk memulai perjalanannya di Amerika Serikat ini dari nol lagi. Mulai dari pakaian, celana, sepatu, semua harus ia beli lagi untuk memenuhi kebutuhannya selama sebulan.

tantangan lainnya berlanjut ketika Afgan mulai memasuki studio rekaman EMPIRE, karena ia harus bekerja sama dengan orang-orang yang baru ia kenal hari itu. Tapi proses rekamannya ternyata cukup cepat dari ekspektasinya. Dalam satu hari Afgan bisa merekam 3-4 lagu sekaligus. Wah, seru banget yaa. Selengkapnya bisa ditonton di Youtube Afgan:

Reaksi UNGU Soal Viral Lagu Cinta dalam Hati dan #JemimahChallenge

Ada yang viral di social media saat ini, gaya bernyanyi salah satu kontestan idol bernama Jemima saat menyanyikan lagu “Cinta Dalam Hati” dari grup band UNGU ramai ditiru bahkan dibuat challenge di social media. Yang unik dari #JemimaChallenge adalah cara Jemima membawakan lagu ini, terdengar ada patah-patah saat menyanyikan lagu Cinta Dalam Hati dan hal itu yang membuat lagu ini menarik dan membuat banyak orang kagum. Tidak jarang juga orang-orang mencoba peruntungan mereka untuk meniru gaya menyanyi Jemima lewat #JemimaChallenge. Mulai dari orang biasa hingga penyanyi professional turut meramaikan #JemimaChallenge ini.

Berkat kepopulerannya tersebut, grup band UNGU, penyanyi asli dan juga pemilik lagu “Cinta dalam Hati” jadi ikut penasaran dengan #JemimaChallenge dan ikut meresponnya.

Dalam kesempatan ini Pasha, Oncy, Rowman, Maki, dan Enda memberikan reaksi terhadap delapan video yang viral di social media. Dari yang mencoba membawakan lagu “Cinta dalam Hati” dengan cara bernyanyi seperti Jemimah dan juga ada juga yang mencoba membuat dance coreo dari lagu tersebut. Tapi dari video-video yang ditonton satu video yang diupload yang kompak membuat seluruh hati personil UNGU jatuh cinta, yaitu gemasnya video Gempi yang mencoba menyanyikan “Cinta dalam Hati”.

Dengan viralnya #JemimahChallenge ini, personil UNGU juga sangat bersyukur karena lagu “Cinta dalam Hati” masih bisa diterima oleh penikmat musik Indonesia masa kini, dari yang dewasa hingga anak-anak. Dan sebagai penutup personil UNGU juga tertantang untuk mencoba dance coreo lagu Cinta dalam Hati yang ada di social media. Mau lihat gimana serunya? Tonton sampai habis ya videonya!

Kembali ke Masa Lalu dengan ‘Mesin Waktu” Bersama Mawar de Jongh

Di awal tahun 2021, Mawar de Jongh kembali meluncurkan single terbarunya. Lagu tersebut berjudul “Mesin Waktu” dan berkisah tentang pasangan yang telah mengikat janji untuk bersama selamanya. Tapi, pada akhirnya, keduanya harus berpisah.

 

Salah satu dari pasangan tersebut merindukan masa lalu mereka saat masih menjalin cinta dan berjanji untuk tak menyakiti satu sama lain. Sadar tak bisa kembali bersama, dia berharap ada mesin waktu yang bisa mengantarkannya ke masa lampau.

 

“Mesin Waktu” adalah lagu pop ballad nan mellow, sesuai dengan ciri khas musikalitas Mawar de Jongh. Proses rekamannya lagu yang ditulis oleh Pika Iskandar ini dilakukan pada akhir tahun 2020 dan menghabiskan waktu satu hari untuk menyelesaikannya.

 

“Buat aku, semua orang pasti pernah menyesal dengan apa yang telah mereka buat di masa lalu. Kita semua tentu ingin memperbaikinya, dan hal itu yang ingin dilakukan oleh orang di lagu “Mesin Waktu” agar pasangannya tidak pergi darinya dan bertahan untuk tetap bersamanya,” jelas Mawar de Jongh.

 

Video klipnya sendiri disutradarai oleh Davy Linggar. Mawar de Jongh beradu peran model laki-laki bernama Axel Jan di video musiknya tersebut. “Seru video klipnya, shooting dari siang sampai malam, setengah hari,” ujar Mawar de Jongh.

 

Terkait “Mesin Waktu”, Simhala Avadana selaku A&R Trinity Optima Production mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada lagu tersebut. Selain karena ciptaan Pika Iskandar, notasi lagunya sangat kuat dan temanya relate dengan banyak orang.

 

Lagunya pun tidak banyak berubah dari demonya. Aransemen piano di lagu “Mesin Waktu” terdengar klasik dan sesuai dengan konsep back in time, membuat para pendengarnya seperti dibawa kembali ke masa lalu.

 

“Hari berganti hari, Mawar de Jongh semakin matang secara vokal. Penjiwaannya terhadap lagu “Mesin Waktu” juga patut diacungi jempol karena dia bisa menyampaikan pesan lagu tersebut dengan baik lewat suaranya,” ucap Mhala.

 

“Semoga “Mesin Waktu” bisa diterima dengan baik oleh orang-orang, terutama Mawaries (sebutan untuk fans Mawar). Semoga Mawaries tetap kompak, selalu mendukung aku, dan menunggu proyek-proyek aku selain lagu ini,’ tutup Mawar de Jongh.

Sherina Munaf Sumbang Suara Untuk Animasi Terbaru Ghibli

Penyanyi Sherina Munaf kembali berkarya. Kali ini Sherina bergabung dengan film animasi, Earwig and The Witch. Penyanyi sekaligus aktris ini menyanyikan soundtrack sekaligus menjadi dubber alias pengisi suara tokoh ibu dari Earwig dalam film yang diproduksi Studio Ghibli itu. “So happy to announce that I’m singing ‘Don’t Disturb Me’ & ‘The World is In My Hands’, also voicing Earwig’s Mother for Studio Ghibli’s upcoming film ‘Earwig and The Witch’,” tulis Sherina di akun Twitter @sherinasinna.

Bertajuk Earwig and The Witch, film animasi ini diarahkan oleh Goro Miyazaki, putra dari Hayao Miyazaki. Lalu Toshio Suzuki kembali menjabat sebagai produser film animasi Studio Ghibli.Nama Toshio Suzuki pastinya sudah tidak terdengar asing lagi bagi penggemar film animasi Jepang. Dia telah memproduseri banyak film animasi populer garapan Studio Ghibli. Beberapa di antaranya Princess Mononoke, When Marnie Was There, The Wind Rises, dan Spirited Away. Sedangkan Sherina dalam film terbaru Studio Ghibli terlibat sebagai pengisi suara salah satu karakter.

Film ini sudah dirilis pada tanggal 30 Desember 2020 lalu di Jepang dan akan ditayangkan di bioskop Amerika Serikat pada 3 Februari 2021 dan juga di tayangkan di HBOMax di tanggal 5 Februari 2021. Sebelumnya, Sherina juga sempat mengumumkan kalau film Petualangan Sherina 2 juga dalam proses penggarapan. Wah, seru ya! Kita tunggu karya Sherina lainnya di tahun ini ya guys!