Adi Nugroho – Komisaris
Lahir di Semarang, Adi Nugroho memulai karirnya di bidang rekaman musik di tahun 1968, sebagai tenaga sales untuk perusahaan perekam kaset lagu-lagu Barat dan Indonesia, untuk wilayah pemasaran Jawa Tengah
Tahun 1972 ia menjadi agen penyalur hasil produksi Perusahaan Negara ‘Lokananta’ di Jakarta, untuk lagu-lagu Jawa yang sangat digemari masyarakat luas waktu itu.
Tahun 1973 dengan menggunakan trade mark ‘Dian Record’, Adi Nugroho mulai memproduksi sendiri dan memasarkan kaset lagu-lagu Kroncong, Sunda dan Dangdut. Kegiatan tersebut selanjutnya bernaung di bawah wahana usaha ProSound (PT Dian Pramudita Kusuma), yang didirikannya pada tahun 1985.
Selama lebih dari 40 tahun berkiprah di dunia musik, Adi Nugroho telah memproduksi musik dan mengorbitkan tak terhitung Artis dan Musisi yang memperoleh tempat istimewa di hati konsumen Indonesia, seperti antara lain : Dalang Asep Sunandar, Mansyur S, Ida Widawati, Dalang Cecep Supriyadi, Detty Kurnia, semuanya di bawah label ‘Dian Record’. Sedang yang menggunakan label ‘ProSound’ antara lain : Lydia Imaniar, January Christy, SuperKids, Harry Roesli, Renny Djayoesman, Tika Bisono, Rossa, NaFF, Karimata, KLA Project dll
Sudah mandi kepalang basah, Adi Nugroho ikut mendirikan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) di tahun 1978, dan menjadi ketua umum badan ini untuk periode 1992-1994. Ia juga pernah menjadi ketua umum Asosiasi Industri Video Indonesia (AIVI). Di kedua asosiasi tersebut hingga kini ia masih duduk di Board of Directors. Adi Nugroho juga duduk di Dewan Hak Cipta Indonesia yang diangkat oleh mendiang Presiden Suharto sendiri di tahun 1992.
Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) juga telah memilih Adi Nugroho sebagai ‘Produser Teladan yang senantiasa mengedepankan Etika Profesi dan Apresiasi Karya Cipta’.
Handi Santoso – Presiden Direktur
Handi Santoso kelahiran Jakarta. Ia kuliah di Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Indonesia Jakarta, Jurusan Kriminologi, dan Jurusan Arsitektur dari Universitas Tarumanagara (UNTAR) pada waktu yang bersamaan, sambil mengambil kursus Sinematografi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Kiprahnya di bisnis musik sudah dimulai sejak ia masih menjadi menjadi mahasiswa, dengan menjadi agen kaset musik di Lampung, yang menyalurkan hasil produksi perusahaan rekaman di Jakarta, untuk label-label yang terkenal pada waktunya seperti ‘Purnama Records’, ‘Lollypop’ dan ‘DD Records’
Kepiawaiannya dalam pemasaran selanjutnya mengangkat Handi Santoso menjadi Agen Penyalur untuk kota-kota kecil di seluruh Jawa dan Jakarta. Pada masa itulah Handi mulai menjalin hubungan yang erat dengan para Musisi dan Artis Musik, antara lain dengan Rinto Harahap. Bahkan ia menjadi Manajer dari musisi yang karirnya terus melambung tersebut, dan berlanjut Handi Santoso sendiri akhirnya menjadi produser musik dengan label ‘Hemagita’
Komitmen Handi di industri musik menarik perhatian Warner Music Indonesia, yang menariknya menjadi A & R Director dari tahun 1994 hingga 1997.
Tahun 2003 bersama teman-teman yang sekarang menjadi mitra usahanya ia mendirikan PT Trinity Optima Production, dan menjabat sebagai Komisaris hingga sekarang.
Dari tangan dingin Handi Santoso telah dibesarkan dan diorbitkan Artis Musik dan Musisi terkenal Indonesia antara lain Harvey Malaiholo, Atiek CB, Nurafni Oktafia, Krisdayanti, Anang, Cici Faramida, Power Slave, UNGU, Dewi Sandra, Edwin & Jodhy.
Handi Santoso kini juga duduk di Board of Directors - Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).